السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ و عليكم السلام والرحمة الله وبركاته
Tampilkan postingan dengan label ~POLITIK~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ~POLITIK~. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

AMIN RAIS: INDONESIA MENJADI TARGET YAHUDI DAN NASRANI




Di Masjid AgungAl-Azhar, Kebayoran Baru Jakarta Selatan berlangsung acara PPI (Pengajian Politik Islam), dan dihadiri oleh ribuan Muslim dan Muslimah dari berbagai pelosok Jakarta, dan dari daerah. Masjid Agung Al-Azhar penuh pengunjung yang hadir mengikuti dengan seksama setiap pembicara, hari Ahad, 30/3/2014.

Acara PPI di Masjid Agung Al-Azhar itu, digagas oleh KH.Kholil Ridwan, pimpinan Pondok Pesantren Husnayain, KH. Rasyid Abdullah Syafi’i, pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyah, dan Syuhada Bahri, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah (DDII). Acara yang berlangsung di Masjid Agung Al-Azhar, hari Ahad itu, dihadiri mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Jimly As-Shidiqi, mantan Ketua MPR. Prof. Amin Rais, Wakil Ketua Umum PPP Imron Pangkapi, Fuad Bawazir, dan sejumlah tokoh lainnya.

Amin Rais, mengingatkan tentang ‘Musim Semi Arab’ (Arab Spring), yang membawa angin sepoi-sepoi perubahan yang memberikan optimisme bagi masa depan Dunia Islam, sekarang berubah menjadi ‘Musim Dingin’ (Winter) yang sangat dingin, gelap dan panjang, dan menghancurkan negara-negara Arab, seperti yang terjadi Mesir, Yaman, dan Suriah, tuturnya. Menurut Amin, semua kekacauan yang terjadi di negara-negara Arab, tidak terlepas dari tangan Israel dan Amerika (Yahudi dan Nasrani), tambahnya.

Selanjutnya, Amin Rais bercerita pernah bertemu dengan rekannya dari Malaysia, dan bertanya kepada Amin, apakah Indonesia yang merupakan ‘the bigges Muslim countries’, nantinya akan menjadi target Yahudi dan Nasrani? Amin mengatakan, bahwa Indonesia sangat mungkin akan menjadi target Yahudi dan Nasrani, tegasnya.

Indonesia sekarang dalam kondisi terpuruk, dan assetnya dikuasai oleh asing, dan bangsa Indonesia tidak memiliki apa-apa, seperti tambang emas Free Port, yang dikuasai oleh perusahaan Mc.Moran, dan Indonesia hanyalah mendapat jatah 1 persen, dari penjualan tambang emas yang merupakan terbesar di seluruh dunia ini. Semua asset sumber daya alam, sekarang sudah menjadi milik asing, dan rakyat Indonesia tidak dapat menikmati lagi.

Menurut Amin, perjuangan yang harus dilkakukan kaum Muslimin Indonesia, bagaimana mendapatkan keadilan. Keadilan dibidang politik, ekonomi, dan sosial yang harus terus diperjuangkannya. Menciptakan kembali keadilan disegala bidang itu, harus dicapai dengan kekuatan dan persatuan. Inilah yang harus menjadi prioritas perjuangan masa depan.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua PPP, Imran Pangkapi, yaitu perlunya persatuan dan saling membangun ukhuwah. Dengan persatuan dan ukhuwah, maka di Bangka-Belitung, Ahok tidak pernah bisa berkuasa. Seperti, saat Ahok ingin mencalonkan menjadi gubernur Propinsi Bangka-Belitung, gagal. Jadi Ahok tidak pernah berkuasa secara efektif, selama menjadi bupati di Belitung, dan hanya lima belas bulan, tukasnya.

Sementara itu, Prof.Jimmy Asy-Siddiqi, mengingatkan agar kaum Muslimin meningkatkan fungsi masjid. Selama ini masjid hanyalah menjadi tempat ibadah. Seharusnya, masjid menjadi tempat multi fungsi, dan harus menjadi tempat pembinaan kaum Mislimin. (voa-islam.com)
»»  yang lain bede'...

Kamis, 06 Maret 2014

Kepemimpinan untuk Ciptakan Keadilan dan Kesejahteraan


Dialog Kebangsaan yang digelar Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera)
 DPR RI, Rabu (5/3) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. – Foto: humas pks
dakwatuna.com – Jakarta. Kepemimpinan nasional diharapkan dapat ciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Untuk itu proses pemilihan kepemimpinan nasional mesti menjadi perhatian bagi seluruh rakyat Indonesia karena kenyataannya ketidakadilan dan kemiskinan masih mendera bangsa ini.
Demikian benang merah serial Dialog Kebangsaan yang digelar Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) DPR RI, Rabu (5/3) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam dialog bertema ‘Mewujudkan Indonesia yang Adil, Sejahtera dan Bermartabat’ tersebut, mantan Panglima TNI Djoko Santoso, peneliti CSIS J. Kristiadi, peneliti dari Indonesia Reform Institute Yudhi Latif dan Ketua FPKS DPR Hidayat Nurwahid menyampaikan pemikiran mereka tentang harapan Indonesia yang adil dan sejahtera.
Djoko Santoso menyatakan kepemimpinan yang amanah adalah dasar dari Indonesia berkeadilan. Ia mengulas bahwa nilai Islam mengajarkan kepemimpinan mesti mendahulukan kepentingan rakyat yang dipimpin. “Kepemimpinan dalam Islam untuk mewujudkan keadilan,” tegas mantan panglima TNI ini.
Sementara J. Kristiadi menyatakan faktor paling sulit dalam penataan Negara adalah sistem politik. “Padahal setiap kebijakan politik justru mempengaruhi sector lainnya, terutama kesejahteraan rakyat,” tutur pria yang dikenal tajam dalam analis politiknya ini.
Yudi latif yang juga hadir dalam acara ini menuturkan hal yang senada, bahwa demokrasi harus menghasilkan keadilan dan kesejahteraan. “jika demokrasi gagal menghasilkan keadilan dan kesejahteraan, maka itu adalah demokrasi sesat,” ujar Yudi.
Dalam kesempatan ini Hidayat Nur Wahid yang dicalonkan sebagai calon presiden dari PKS menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah sebagai bangsa yang  besar. Oleh karena itu menjadikan Indonesia kembali menjadi bangsa yang besar bukan sebuah khayalan. “Kami ingin memberikan sinyal positif bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang adil dan sejahtera. Indonesia yang adil dan sejahtera bukan sebuah utopia,” pungkas hidayat. (humaspks/sbb/dakwatuna)

sumber: dakwatuna
»»  yang lain bede'...

MENGARIKAN, PEMILU 2014 JADI AJANG PEMBANTAIAN UMMAT ISLAM





Follow Me : @assyarkhan

Setidaknya inilah kesimpulan Saya dari proses Survei yang Saya lakukan dengan teman-teman selama kurang lebih dua bulan ini mengenai Pemilu april 2014 mendatang, sepertinya semua skenario sudah disiapkan oleh kelompok anti Islam di Indonesia agar Islam, Partai Islam dan Tokoh Islam tidak lagi memiliki taji dan pengaruhnya di Republik ini.

Temuannya adalah Setiap 20 orang yang diinterview 5 orangnya menyatakan Golput dan Menjelekkan Partai Islam. Ternyata tidak hanya Golput mereka juga “mengkampanyekan’ Golput dan menjelekkan tokoh-tokoh Islam dan Partai-Partai Islam.

Mencurigakannya seperti ada sebauah aksi propaganda kelompok Anti Islam ini, karena sesungguhnya 5 dari 20 orang yang dinterview dari total 2000 orang ini atau sekitar 25 % Golput sekaligus mengkampanyekan “Anti Islam, Anti Partai Islam, Anti Tokoh Islam” padahal mereka muslim, maka Saya sebut mereka hanya terkena “RACUN” oleh mereka yang menyebar propaganda tersebut.

Semakin mencurigakan lagi ketika pengamatan Saya dan kawan-kawan ada kemiripan kalimat, sampai-sampai kalimat tersebut pun menyebar sampai ke INBOX Saya sebagai bukti masifnya Progranda yang mengharapkan kehancuran Ummat dimulai Pemilu 2014 mendatang ini. Kalimat yang Saya temukan mirip dalam perjalanan Survei selama 2 bulan ini.

Kalimat tersebut berbunyi sebagai berikut :

“Politik uang para celeg di desa saya antara 50,000 sampai 500.000, Yang mau terima 500.000 harus setor foto copy KTP. Meski keluarga saya miskin miskin kami Tetap menolak politik uang berapapun nilai yang ditawarkan. KECEWANYA lagi banyak Tokoh Agama/Imam Masjid/Ustad yang melakukan ini bahkan dari Partai-Partai Islam lagi, Makanya Saya Golput dan Taik semua Partai Islam Itu”

Jujur, Darah Saya mendesir ketika menuliskan kalimat diatas. Betapa tidak, MANA MUNGKIN disebut kebetulan ketika 5 orang dari 20 orang memiliki kalimat serupa, dari Lokasi yang berbeda, dari daerah yang berbeda, bahkan dikota dan desa. siapa yang menyebarkan “RACUN” ini? target besar mereka adalah Ummat Islam Golput dan membiarkan kepemimpinan DPR dan Presiden jatuh kepada orang-orang yang anti Islam. Siapa saja yang Anti Islam? Anda sendiri bisa melihatnya dalam semua kupasan di situs-situs Islam siapa mereka.

Sejatinya tidak ada Caleg dari Partai Islam apalagi dari Partai Dakwah yang melakukan sebagaimana yang dituduhkan dalam kalimat tersebut, ketika disebutkan begitu mereka menjawab buktiknya banyak Tokoh Islam yang ditangkap karena jadi Koruptor.

Target Kelompok Anti Islam untuk menghancurkan “Maruwah” atau kemuliaan Tokoh Islam Saya sebutkan telah berhasil dengan menangkap tokoh-tokoh Islam dengan tuduhan Korupsi, Perempuan-perempuan yang awalnya tidak berjilab kemudian duduk dikursi pesakitan dngan Jilbab, belum lagi propaganda terorisme di berbagai tempat, penghancuran dan berikutnya propaganda jangan pilih partai Islam dengan “Kalimat-Kalimat” yang sama, bahkan ketika semua cara ini menggagalkan usaha mereka untuk merebut kekuasaan pada Pemilu 2014 mendatang maka ada plan terakhir yang mungkin dilakukan yaitu “Melihat Hasil Pemilu 2014 dianggap sebagai Inkonstitusional karena UU Pemilu yang penuh perdebatan terkait pengesahan MK dan perdebatan terkait penerapannya. Jika tidak berhasil maka Kudeta yang akan mereka upayakan. Saya pastikan Intelijen bermain dengan semua skenario ini semua.

Disertai penggiringan opini seperti seperti di acara Program Demokrasi Kursi, Episode :”Partai Islam di Titik Nadir“. di Kompas TV, Jumat, 7 Februari 2014, Jam23:00, sebagai salah satu prppagandanya. Rancangan Konspirasi ini sudah terstruktur dengan baik dari PLAN A, PLAN B, PLAN C dan Plan-Plan selanjutnya. Bahkan sudah ada antisipasi jika rencana pertama gagal atau rencana berikutnya gagal.

Maka, Jadilah Pemilu 2014 adalah awal pembantaian Ummat Islam, Pembantaian yang Saya maksudkan bukan perang melainkan “Maruwah” atau Kemuliaan Islam akan semakin dikikis dari hati Ummat Islam sendiri.

Saya tidak menuliskan konspirasi Kelompok Anti Islam terhadap Ummat Islam ini terlalu detail kali ini, Setelah ini Insya Allah Saya akan perdetail langkah-langkah konspirasi yang berupaya menenggelamkan Ummat Islam, Tokoh Islam dan Partai Islam dimulai dari Pemilu April 2014 mendatang. Target sementara Kelompok Anti Islam ini adalah “Ummat Islam GOLPUT” pada Pemilu 2014. Sehingga Partai Islam tidak ada yang lolos Electoral Treshold.

Kelompok Anti Islam ini bermain dua kaki, Satu kaki dimainkan dengan mengkampanyekan agar Ummat Islam memilih Partai Sekular dengan Isue Nasionalisme dan jangan memilih Partai Islam yang mereka isukan tidak Meng-Indonesia.

Disatu kaki yang lainnya mereka “memanfaatkan” Ummat Islam Garis keras untuk membenci Tokoh Islam dan Partai Islam yang masuk ke ranah Demokrasi Indonesia saat ini, Ummat Islam garis keras dipancing untuk membuat opini, wacana bahwa apa yang dilakukan Aktivis Islam yang mengikuti demokrasi dan berpolitik tidak sesuai Sunnah Nabi SAW dan Ajaran Islam. Kelompok ini sangat dimanfaatkan Kelompok anti Islam untuk menghancurkan ummat.

Wahai Ummat Islam, Sadarilah bahwa Anda GOLPUT merupakan Target kelompok Anti Islam ini pada Anda pada Pemilu 2014 mendatang. Pesan Saya Tetaplah Memilih pada Pemilu 2014 ini dan Pilihlah Partai-Partai Islam yang berazaskan Islam, karena Keislaman itulah Nasionalisme itu terbentuk sesungguhnya.

Oleh:
ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan
»»  yang lain bede'...